Bahaya Dibalik Manfaat Madu

No comment 919 views

Madu telah dipercaya secara turun temurun mampu menjaga kesehatan dan mengobati berbagai jenis penyakit. Beberapa penelitian pun telah membuktikan manfaat dari madu tersebut. Madu tidak hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa, namun juga dapat dikonsumsi oleh anak-anak. Anak yang mengkonsumsi madu secara rutin, pertumbuhan dan perkembangannya akan optimal karena madu dapat meningkatkan system imunitas atau daya tahan tubuh sehingga anak tidak akan mudah terserang penyakit.

Kandungan anti-bakteri, anti-fungal, dan anti-viral pada madu akan mempercepat proses penyembuhan anak yang sedang mengalami sakit karena infeksi bakteri, fungi (jamur), dan virus. Konsumsi madu akan mampu meningkatkan nafsu makan anak sehingga anak menjadi lahap makan dan berat badannya akan meningkat. Madu tidak hanya dapat dikonsumsi oleh anak yang memiliki berat badan kurang, namun madu juga dapat dikonsumsi oleh anak yang mengalami berat badan berlebihan (obesitas). Nafsu makan anak menjadi terkendali sehingga berat badan anak menjadi seimbang. Selain itu, konsumsi madu pada anak juga akan membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang, gigi, dan otak anak.

Madu memiliki banyak manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, namun harus diperhatikan bahwa madu hanya dapat dikonsumsi oleh anak yang berusia 1 tahun keatas. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk tidak menambahkan madu pada makanan anak yang berusia di bawah 1 tahun, baik diberikan secara langsung maupun dicampurkan pada makanan, seperti air putih, susu, bubur, atau roti. Konsumsi madu pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun akan mengalami keracunan (infant botulism) dan dapat mengakibatkan kematian. Bahkan di Amerika Serikat, sekitar 65% dari kematian bayi diakibatkan oleh infant botulism. Madu mengandung spora Clostridium botulinum yang dapat mengakibatkan keracunan. Gejala yang ditimbulkan berupa lesu, menurunnya nafsu makan, sembelit, dan suara tangisan yang lemah.

Namun pada orang dewasa, spora Clostridium botulinum dapat dicerna dan tidak berpengaruh karena organ pencernaan yang lebih matang (sempurna). Organ pencernaan pada orang dewasa dapat memproduksi asam yang cukup untuk menetralkan perkembangan spora Clostridium botulinum. Namun, madu telah dapat dikonsumsi oleh anak yang berusia 1 tahun keatas karena organ pencernaannya memiliki keseimbangan asam yang cukup untuk melawan dan menghancurkan beberapa racun yang diakibatkan oleh Clostridium botulinum. Sehingga, konsumsi madu dapat diberikan kepada anak yang berusia 1 tahun keatas untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Konsumsi madu dapat diberikan secara langsung kepada anak atau dapat dicampurkan pada makanan dan minuman anak. Pemberian madu di pagi hari pada anak akan meningkatkan stamina dan memberikan energy yang cukup dalam menjalani aktivitasnya. Sedangkan pemberian madu pada saat anak sebelum tidur akan membantu anak untuk menurunkan tingkat kegelisahan sehingga anak menjadi lebih tenang dan optimal dalam beristirahat. Mulailah memberikan madu secara rutin kepada anak yang berusia 1 tahun keatas untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Selamat mencoba khasiat madu.

author