Kadar Air pada Madu Asli

No comment 1538 views

Madu merupakan bahan alam yang dihasilkan lebah dengan mengumpulkan nektar dari tanaman yang berbunga. Karena kandungannya yang alami, masyarakat zaman dahulu menggunakan madu untuk memaniskan makanan dan minuman serta sebagai bahan pengawet alami. Namun ternyata, madu juga mampu menjaga kesehatan tubuh dan pemulih stamina. Madu dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti demam, diare, flu, batuk, sulit tidur, kelelahan dan penyakit lainnya. Beberapa peneliti pun ingin mengetahui apa saja kandungan dari madu yang mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit tersebut. Ternyata, madu mengandung anti-bakteri, anti-fungi, anti-virus, anti-oksidan, dan kandungan bermanfaat lainnya.

Air merupakan kandungan terbesar ketiga dalam menyusun madu setelah gula dan karbohidrat. Keaslian madu berhubungan erat dengan kadar air. Kadar air pada madu (kandungan air di dalam madu) merupakan aspek kualitas dalam menentukan kemampuan madu untuk tetap segar dan menghindarkan madu dari kerusakan karena fermentasi kapang (yeast). Kadar air pada madu dapat berubah-ubah dari 15% hingga 20%, namun madu asli memiliki kandungan kurang dari 14%. Setiap negara telah menetapkan madu berkualitas baik yang dapat diproses harus memiliki kadar air maksimal 20%. Kadar air yang rendah sangat diperlukan karena madu akan mengalami fermentasi dan kehilangan kualitas jika madu memiliki kadar air yang lebih dari 20%.

Madu yang tidak disterilisasi dapat  mengalami fermentasi karena mengandung kapang. Meskipun demikian, madu yang memiliki kadar gula tinggi namun mengandung kapang akan mengakibatkan fermentasi pada madu meskipun memiliki kadar air yang rendah. Madu yang memiliki kadar air rendah akan mencegah fermentasi karena kapang memasuki fase dorman (istirahat). Sedangkan, madu yang memiliki kadar air tingi, kapang akan dapat berkembang dengan baik dan terjadi fermentasi selama proses penyimpanan madu sehingga akan mempengaruhi kualitas madu karena tingginya kemasaman.

Madu yang berasal dari daerah tropis mengandung lebih banyak air. Madu yang memiliki kadar air yang tinggi berkemungkinan terjadi fermentasi. Semakin tinggi kadar air pada madu, maka semakin meningkatkan kemampuan hidup kapang pada madu. Semakin tinggi aktivitas fermentasi maka akan semakin meningkatkan kadar kemasaman madu. Madu yang diambil pada musim hujan akan memiliki kadar air yang lebih tinggi daripada madu yang diambil pada musim kemarau karena madu dapat menyerap air dari udara sekitar. Hal ini berarti akan sangat sulit menghasilkan madu yang berkualitas bagus dengan kandungan air yang rendah di saat tingginya kelembaban udara sekitar. Karena kandungan air pada madu yang tinggi dapat mempengaruhi terjadinya fermentasi sepanjang penyimpanan dan mempengaruhi kualitas madu, maka kandungan air pada madu sangatlah penting. Untuk mengaturnya, sangat penting untuk mengetahui kadar air secara tepat. Pengukuran kadar air menggunakan refractometer. Pengkalibrasian refractometer sangatlah penting untuk mendapatkan nilai yang akurat.

author