Kriteria Madu Palsu Yang Harus Anda Ketahui

No comment 668 views

Produk palsu merupakan hal yang sudah tidak asing pada telinga masyarakat Indonesia. Membedakan produk asli dan palsu pun menjadi hal yang sudah tidak di utamakan oleh masyarakat. Karena faham masyarakat yang menginginkan harga murah namun berkualitas super. Secara logika saja sudah jarang sekali barang murah yang berkualitas. Namun masih ada produsen yang mengutamakan kebutuhan dan kepentingan dari konsumen mereka, atau mereka menyebutnya sebagai pelanggan, tanpa pelanggan usaha bisnis mereka akan berhenti di tengah jalan.

Penipuan produk yang ber merk pun sudah banyak kita jumpai di pasaran. Mungkin anda adalah salah satu pengguna produk palsu tersebut. Silahkan di cek produk yang anda beli entah di manapun anda beli. Ada kemungkinan bahwa itu adalah produk palsu. Hal ini juga menyangkut daya beli masyarakat yang lemah. Hal ini yang banyak menjadi celah oleh para pedagang bahkan produsen yang curang.

Madu merupakan komoditas makanan herbal alami dan manis. Siapa yang belum pernah menikmati manisnya madu. Mungkin jika anda sadar bahwa madu palsu juga beredar dipasaran. Membedakan madu asli dan palsu, akan menentukan apakah anda tertipu atau tidak. Kemasan yang menarik dan segel bukan jaminan sekarang, semua produsen juga bisa membuat segel dan kemasan sendiri. Tinggal kita sebagai konsumen yang memproteksi diri dengan bisa membedakan madu palsu atau asli. Berikut adalah level atau tingkatan dalam pembuatan madu palsu :

  • Pemalsuan kuantitas

Dilakukan dengan menambah volume madu asli dengan madu palsu. Madu palsu bisa di hasilkan dari campuran air dan gula jawa yang nantinya akan dicampur dengan madu asli sehingga akan bertambah volumenya.

  • Pemalsuan kualitas

Dilakukan dengan mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan sehingga kadar airnya menurun. Kalau sudah menurun kekentalan madu akan bertambah sehingga akan nampak seperti asli

  • Pemalsuan menyeluruh

Yang membuat madu jenis ini bisa di katakana penipu handal, karena madunya benar-benar berasal dari bahan pemanis buatan atau gula jawa sehingga tidak ada sama sekali unsur nectar bunga lebah.

Keuntungan yang melimpah, hanya itu yang ada di pikiran para produsen dan pedagang. Namun percayalah masih ada produsen dan pedagang yang jujur dan terpercaya. Maka carilah informasi dari internet, media, atau saudara mana produk yang mempunyai kualitas yang terbaik dan harga yang sesuai dengan pasaran. Karena kerugian yang anda alami sebagai seorang konsumen teramat banyak, pemerintah sebagai lembaga yang seharusnya menangani hal ini, belum bisa bekerja secara optimal. Itulah yang terjadi di lapangan, suka atau tidak. Dan bagi kita para konsumen yang baik hati kita harus bisa membedakan madu asli dengan yang palsu.

author