Madu Obat Alami Bagi Penderita Diabetes

No comment 1021 views

Luka bisa saja dialami semua umur dari anak-anak hingga orang tua. Cara pembersihan luka yang tepat dan pemberian antibiotik akan mempercepat proses penyembuhan luka. Namun, penderita diabetes yang mengalami luka akan membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyembuhannya, terutama di luka bagian tangan dan kaki. Proses penyembuhan yang relatif lama dikarenakan pembuluh darah di bagian tangan dan kaki cenderung lebih sempit daripada bagian tubuh yang lain.

Peredaran darah di bagian tangan dan kaki menjadi terhambat sehingga mengakibatkan penurunan suplai oksigen dan nutrisi pada jaringan tubuh yang terluka. Jaringan yang terluka tersebut menjadi rusak dan akan semakin memperparah luka. Luka yang tak kunjung kering akan mengalami infeksi dan berpotensi sebagai tempat berkembangnya bakteri. Bakteri mampu merusak jaringan pada daerah yang mengalami luka sehingga luka menjadi bengkak, susah kering dan semakin parah. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, bagian tubuh penderita diabetes yang mengalami luka harus diamputasi untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi pada anggota tubuh yang lain. Apakah amputasi satu-satunya jalan bagi penderita diabetes yang mengalami luka? Ternyata tidak!

Penyembuhan luka bagi penderita diabetes dapat diatasi dengan penggunaan madu. Kandungan anti-oksidan dan anti-bakteri pada madu mampu membantu penderita untuk mempercepat proses penyembuhan dan pengeringan luka. Anti-oksidan berperan dalam mencegah terjadinya radikal bebas yang menyebabkan peradangan (bengkak). Sedangkan, anti-bakteri mampu meningkatkan sistem imunitas atau daya tahan tubuh yang berperan menghancurkan sel bakteri dan membersihkan infeksi akibat luka. Penelitian menunjukkan, penggunaan madu sebagai anti-bakteri ternyata lebih ampuh apabila dibandingkan dengan penggunaan antibiotik.

Madu merupakan pengobatan yang efektif pada luka karena tidak beracun, bernutrisi, tidak menyebabkan iritasi, dan penggunaannya yang mudah dan nyaman. Madu cukup dioleskan pada bagian tubuh yang mengalami luka atau infeksi kemudian ditutup dengan perban. Frekuensi penggantian perban tergantung tingkat kekeringan luka. Pada tahap awal penyembuhan, luka yang masih basah dapat dengan mudah diinfeksi mikroba, sehingga diharuskan untuk melakukan penggantian perban dua kali sehari. Madu mampu merangsang pertumbuhan jaringan kulit dan menutup luka hingga 80% selama proses penyembuhan. Madu akan meningkatkan kadar oksigen dalam hemoglobin darah untuk proses pembentukan jaringan yang baru. Kandungan gula pada madu akan mengurangi bau kurang nyaman yang ditimbulkan akibat luka dan nanah pada kulit.

Madu juga dapat meningkatkan daya tahan sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit. Namun, apakah penderita diabetes diperbolehkan untuk mengkonsumsi madu? Ternyata, madu mampu menghasilkan kadar gula yang lebih rendah, sehingga sangat dianjurkan untuk penderita diabetes. Selain itu, madu mampu membantu sekresi insulin, meningkatkan kadar glukosa dan hemoglobin dalam darah. Madu dapat pula digunakan sebagai pereda nyeri. Madu tidak hanya dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes, namun juga dianjurkan kepada anak-anak hingga orang tua untuk memperlancar metabolisme tubuh dan mengobati berbagai macam penyakit. Selamat mencoba khasiat madu.

author