Penyembuhan Luka dengan Ekstrak Ikan Gabus

No comment 677 views

Luka sering kali didapatkan di setiap aktivitas, bisa karena terjatuh, tertusuk, teriris, tergores, terbakar, bahkan luka karena operasi. Apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka akan mengakibatkan infeksi dan inflamasi (peradangan atau bengkak). Luka dapat mengakibatkan penyakit lain yang lebih parah karena kuman penyebab penyakit menginfeksi bagian tubuh yang terluka.

Ikan gabus telah dikenal sejak dahulu mampu membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Selain banyak membutuhkan asam amino esensial, banyak penelitian yang tertarik untuk mengamati karakterisasi metabolisme lain yang mungkin berhubungan dengan proses penyembuhan luka. Kini, beberapa penelitian yang telah membuktikan adanya proses inflamasi dan interaksi antar sel tubuh pada saat penyembuhan luka. Kulit dapat ditembus oleh sel pro-inflammatory selama penyembuhan luka. Selama proses penyembuhan luka, sel diharuskan untuk pindah ke bagian yang terluka melalui proteolytically di dalam provisional matrix untuk menghasilkan extracellular matrix yang baru dan mengganti jaringan yang rusak. Namun, penghalangan yang dilakukan oleh matrix metalloproteinase akan mempersulit penyembuhan luka.

Isotop Alpha, Beta, dan Gamma dari Peroxisome Proliferator-Activated Receptor (PPAR)  muncul pada epidermis selama perkembangan janin, namun seiring waktu menghilang setelah kelahiran. Menariknya, isotop PPAR-alpha dan PPAR-beta menjadi reaktif setelah mendapatkan berbagai rangsangan (seperti rontoknya rambut atau luka), dan menghasilkan pembelahan dan perkembangan keratinosit. Reaksi inflamasi akan berhubungan dengan luka pada kulit dan akan mengaktifkan keratinosit pada bagian tepi luka. Pengaktifan ini melibatkan isotop PPAR-beta, dimana pengekspresian dan pengaktifan transkripsi ini diatur oleh proinflammatory. Isotop PPAR-alpha dan PPAR-beta sangat penting untuk mempercepat proses pembentukan kulit. Isotop RRAP-alpha terlibat dalam fase inflamasi pada luka, sedangkan PPAR-beta  bertugas mengontrol proliferasi keratinosit.

Kemampuan anti-bakteri, anti-fungal, dan pembentukan platelet pada ekstrak ikan gabus juga berperan dalam proses penyembuhan luka. ekstrak ikan gabus mengandung anti-bakteri dan anti-fungal yang mampu mengurangi tingkat infeksi luka. Anti-fungal pada ekstrak ikan gabus terbukti mampu menghambat pertumbuhan 13 fungi (jamur) yang berfilamen dan 3 fungi non-filamen (kapang). Penyatuan platelet merupakan satu dari beberapa mekanisme dalam penggumpalan darah dan penyembuhan luka. Ekstrak ikan gabus tidak hanya mampu mempercepat proses pembentukan platelet pada pasien yang normal, namun juga pada pasien penderita diabetes yang telah gagal melakukan terapi pengobatan. Tidak hanya untuk penderita diabetes, ekstrak ikan gabus juga dapat menjadi alternatif pengobatan bagi penderita demam berdarah.

Selama penyembuhan luka, dibutuhkan 14 asam amino, diantaranya leucine, isoleucine, methione, tryptophane, lycine, histidine, alanine, oxyproline, tyrosine, theonine, glycine, serine, aspartic, dan glutamic. Kebutuhan asam amino ini dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi ekstrak ikan gabus. Sehingga dapat dikatakan, ekstrak ikan gabus dapat mempercepat penyembuhan luka dengan mengaktifkan mekanisme penyembuhan luka dalam tubuh dan memenuhi kebutuhan asam amino untuk mempercepat proses penyembuhan. Ekstrak ikan gabus juga mengandung anti-bakteri dan anti-fungal yang bertugas dalam mengurangi tingkat infeksi pada luka.

author