Sejarah Penggunaan Madu Sebagai Obat

No comment 718 views

Madu merupakan bahan alami yang sering digunakan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai macam penyakit. Ternyata, manfaat madu telah lama dibuktikan sejak zaman dahulu oleh nenek moyang di berbagai belahan dunia. Penggunaan madu telah dibuktikan dengan adanya lukisan batu yang berusia sekitar 8000 tahun yang lalu. Pada zaman kuno, masyarakat di Mesir, China, Yunani dan Roma memanfaatkan madu untuk mengobati luka dan penyakit yang berasal dari pencernaan. Berikut ringkasan manfaat yang didapatkan dari madu pada zaman dahulu.

Penggunaan madu menurut kitab Ayurveda di India

Ayurveda terdiri dari kata âyus yang bermakna hidup atau prinsip kehidupan, dan kata veda yang bermakna sistem pengetahuan. Dapat disimpulkan, Ayurveda berarti pengetahuan tentang kehidupan. Menurut kitab Ayurveda, madu merupakan anugerah bagi orang yang mengalami gangguan dalam pencernaan. Madu juga dapat digunakan sebagai terapi penyembuhan batuk. Madu diakui oleh ahli kitab Ayurveda sebagai penjaga kesehatan gigi dan gusi. Madu telah lama digunakan sebagai terapi bagi yang sulit tidur karena mampu memberikan efek hipnotis. Ahli kitab Ayurveda menyarankan penggunaan madu untuk penyakit pada kulit, seperti luka atau terbakar, sakit jantung, ketidakseimbangan fungi paru-paru, serta anemia. Madu juga mampu mengobati penyakit pada mata. Penggunaan madu setiap hari pada mata mampu menambah ketajaman penglihatan dan mencegah timbulnya katarak.

Penggunaan madu pada zaman Mesir kuno

Madu sangat populer digunakan sebagai obat oleh masyarakat Mesir. Madu mengandung anti-bakteri yang membantu proses penyembuhan karena infeksi luka. Banyak resep dokter yang menganjurkan madu sebagai obat salep luka yang tertulis pada kitab Smith (tulisan masyarakat Mesir kuno yang berusia antara 2600 hingga 2200 sebelum masehi) dengan campuran minyak, madu, dan pembalut luka yang ditulis dengan simbol. Sebagian besar pengobatan di Mesir menggunakan madu yang dicampurkan bersama anggur dan susu. Masyarakat Mesir kuno pun menggunakan madu sebagai sesembahan (sesaji) kepada dewa mereka. Madu juga digunakan untuk pembalseman (pengawetan) mayat.

Penggunaan madu pada zaman Yunani kuno

Oenomel merupakan minuman yang berasal dari Yunani kuno dan terbuat dari madu dan fermentasi anggur. Minuman ini sering digunakan untuk mengobati gangguan gugup dan penyakit encok. Hippocrates, seorang ilmuwan hebat dari Yunani, menuliskan resep tentang diet yang sederhana dengan bahan madu, diantaranya oxymel (terbuat dari cuka dan madu) untuk pereda rasa sakit, hydromel (terbuat dari air dan madu) untuk mengatasi rasa haus, serta campuran madu, air dan beberapa bahan obat lain untuk mengatasi demam yang parah. Dia juga menyarankan penggunaan madu untuk mengatasi kebotakan, penyubur kandungan, penyembuhan luka, obat pencahar, batuk dan luka di tenggorokan, sakit mata, dan juga antiseptik.

  1. Madu dalam pengobatan Islam
  2. Dalam sistem pengobatan Islam, madu disarankan sebagai minuman kesehatan. Alquran dengan jelas menggambarkan potensi yang dimiliki madu: “dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah untuk membuat sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibangun manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu), dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia, sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang berfikir”. Nabi umat Muslim, Muhammad SAW pun menyarankan penggunaan madu untuk mengobati diare. Ilmuwan besar Iran selama 1000 tahun yang lalu juga menyarankan madu sebagai obat terbaik untuk penyembuhan tuberculosis (TBC).
  3. Madu yang telah dipercaya dan digunakan sejak zaman dahulu pun dibuktikan oleh para peneliti dengan teknologi yang modern. Dan sekarang, madu masih tetap digunakan sebagai obat alami yang tidak memberikan efek samping meski dikonsumsi rutin setiap hari. Tubuh akan menjadi sehat dan terhindar dari bahaya penyakit. Selamat mencoba khasiat madu.
author